PERMASALAHAN ANTARA SEPAK BOLA DENGAN PENDIDIKAN

Sempat viral di media sosial pemain timnas putri u-16 yaitu Jasmine Sefia Waynie, Permasalahan lantaran tak bisa mendapatkan rapor dari sekolahnya di SMPN 2 Kota Batu. Dalam sebuah unggah di Instagram akun @kepoball, siswi kelas VII SMPN 2 Kota Batu itu disebut tak bisa mendapat rapor lantaran sering absen di sekolah. Sehingga banyak nilai rapornya yang kosong.

Orangtua Jasmine yaitu Bapak Dwi Cahyono dia berkata membenarkan adanya kabar banyaknya nilai kosong dari rapor sang anaknya tersebut. “Ya benar, rapor anak saya ada yang kosong, saya tidak dikasih tahu alasannya apa. Padahal anak saya juga mengikuti semua ujian, tugas-tugas juga sudah dikerjakan, mungkin ada beberapa yang belum, tapi nilai ya tidak mungkin tidak ada,” ungkap Dwi saat dihubungi media, Sabtu (4/1/2020).

Lebih lanjut, Dwi mengatakan pihak sekolah menilai Jasmine tidak membawa nama baik sekolah. “Saya kecewa saat kepala sekolah bilang anak saya tidak membawa nama baik sekolah. Tidak membawa nama baiknya dari mana? Setiap anak saya diwawancarai selalu bilang dari SMP 2 Batu,” jelasnya.

Description: timnas
Foto: Istimewa

Sementara itu, Kepala SMPN 2 Batu, Sudiyonosaat dikonfirmasi menyarankan orangtua Jasmine untuk menempuh pendidikan homeschooling. “Komunikasi dengan wali murid sudah dilakukan. Kami menyarankan untuk menerima pendidikan lewat homeschooling. Melihat banyak ketertinggalan pelajaran jika harus ditempuh pada sekolah umum,” tutur Sudiyono ditemui oleh para media.

Dirinya juga membantah bila ada kabar pihak sekolah tak memberikan keringanan kepada pemain Arema FC putri ini. Pihaknya mengaku telah memberikan keringanan dalam bentuk toleransi ketidakhadiran di sekolah. Namun ia menyayangkan karena siswinya sering izin setelah berada di tempat kegiatan. “Jasmine tidak izin ketika sebelum kegiatan berlangsung,” ucap Sudiyono.

Sementara itu, viralnya kontroversi mengenai pemain Timnas Putri Indonesia Jasmine ini menbuat Walikota Batu Dewanti Rumpoko angkat bicara melalui akun resmi instagram @rumpokodewanti. Menurutnya, pihaknya telah mendapat konfirmasi dari pihak sekolah, dimana pihak sekolah berujar mendukung sepenuhnya aktivitas sang anak.

“Kalaupun bisa diberikan tugas dikerjakan di rumah, kalau tidak bisa, akan diupayakan kerja paket atau homeschooling agar ketika waktu ujian nanti tidak menjadi masalah,” beber Dewanti dalam unggahannya di media sosial instagram.

Sebagai informasi, Jasmine merupakan pemain Arema FC putri yang turun di Liga 1 putri sekaligus pemain Timnas Putri Indonesia U-16 yang ikut di ajang Piala AFF tahun 2017. Di tahun 2018, Jasmine masuk dalam skuad Timnas Putri Indonesia U-16 yang berlaga di kualifikasi Piala AFC di negara Kyrgistan.

APAKAH PSSI TURUN TANGAN?

Federasi sepak bola Indonesia, PSSI langsung bergerak cepat menangani masalah yang tengah dihadapi pemain Timnas Indonesia putri U-16, Jasmin Sefia yang terancam tidak bisa melanjutkan pendidikan. Rapor Jasmin banyak nilai kosong lantaran sering absen untuk memperkuat Arema FC di Liga 1 putri 2019. Mengetahui hal itu, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan langsung meminta pengurus PSSI untuk berkoordinasi dan mengambil langkah yang diperlukan.

“Sesuai arahan Ketua Umum, PSSI melalui Asprov PSSI Jatim dan Askot Kota Batu langsung berkoordinasi untuk mencari solusinya dan Jasmin tetap melanjutkan sekolahnya,” kata Sekretaris Jenderal PSSI,Ratu Tisha Destria. Ratu Tisha menambahkan, perwakilan PSSI  sudah bertemu dengan Jasmin dan keluarganya. Mereka kemudian sepakat, agar Jasmin melanjutkan pendidikan di sekolah menengah umum di kota Malang.

Ketua Askot Batu, Punjul Santoso yang juga merupakan Wakil Wali Kota Batu telah berkoordinasi dengan Wali Kota Batu dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu.Hasilnya, pihak sekolah menawarkan agar Jasmin mengikuti kelas khusus untuk mengerjakan tugas yang nilainya akan dijadikan dasar pihak sekolah untuk raport.

“Karena Jasmin saat ini tercatat sebagai pemain klub Arema, maka dia dan pihak keluarga memilih untuk pindah sekolah ke kota Malang.” “Tentu kami akan mengupayakan agar Jasmin bisa mendapatkan sekolah di Malang, dalam hal ini, kami juga akan dibantu manajemen klub Arema,” pungkas Tisha. Sekadar informasi, selama berkarier di dunia sepak bola, Jasmin sendiri tercatat memperkuat Arema FC di Liga 1 Putri. Sebelumnya ia juga sudah pernah mengikuti seleksi di Tira Persikabo dan Persija Jakarta.

REFERENSI

Da’ Yerimon, P. M. (2020, Januari 7). Pemain Timnas U-16 Terancam Putus Sekolah, Ini Solusi PSSI. (I. R. Manurung, Editor) Retrieved Januari 8, 2020, from indosport.com: https://www.indosport.com/sepakbola/20200107/pemain-timnas-u-16-terancam-putus-sekolah-ini-solusi-pssi?utm_source=today-line&utm_medium=Referral&utm_campaign=feed

Midaada, A. (2020, Januari 4). Heboh Nilai Rapor Sekolah Pemain Timnas Putri Indonesia Dapat Kosong. Retrieved Januari 8, 2020, from news.okezone.com: https://news.okezone.com/read/2020/01/04/519/2149329/heboh-nilai-rapor-sekolah-pemain-timnas-putri-indonesia-dapat-kosong?page=2

Published by ravyansah

Saya merupakan orang yang tertarik pada sektor politik dan pendidikan. Proses belajar dan tetap dengan filosofi ilmu padi.

Leave a comment

Perfect Moment

Just another WordPress site about travelling, food, film, music, drama, kpop, ect.

Chae Blog's

All about stationery and college life

Blog Lulu

"the only thing i like better than talking about food is eating" -John Walters

TATEDA'S CAKE & PASTRY

LIFE FOR EATING

Totebag Saya

totebag kustom sesuai dengan keinginan kamu

Discover WordPress

A daily selection of the best content published on WordPress, collected for you by humans who love to read.

Longreads

Longreads : The best longform stories on the web

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Design a site like this with WordPress.com
Get started